Alami Gejala Kolesterol Tinggi, Kapan Sebaiknya ke Dokter?

Alami Gejala Kolesterol Tinggi, Kapan Sebaiknya ke Dokter?

Halodoc, Jakarta – Memeriksakan kadar kolesterol adalah bagian penting agar tubuh tetap sehat. Kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke, dua penyebab utama kematian manusia. Dengan mengetahui status kolesterol, dapat membantu kamu untuk mengendalikan kesehatan. Pelajari tentang penyaringan kolesterol dan alasan itu penting dilakukan. 

Memeriksakan diri ke dokter untuk pengecekan kolesterol sebaiknya dilakukan sedini mungkin. Apalagi jika kamu sudah mengalami gejalanya. Saat ini, kolesterol tinggi dapat dialami anak dan remaja pada usia 6 hingga 19 tahun. Namun, karena gejala kolesterol tinggi sulit dirasakan dan ditemukan, banyak orang yang tidak tahu kadar tingginya. 

Itulah pentingnya memeriksa kolesterol sejak dini, bahkan anak-anak dan remaja harus diperiksa kadar kolesterolnya. Pemeriksaan kolesterol harus dilakukan:

  • Sekali antara usia 9 dan 11 tahun (sebelum pubertas).
  • Sekali antara usia 17 dan 21 tahun (setelah pubertas).
  • Setiap 4 hingga 6 tahun di usia dewasa. 

Baca juga: Awas! Kolesterol Tinggi Picu Berbagai Penyakit

Jika keluarga kamu memiliki riwayat serangan jantung dini atau penyakit jantung, atau jika anak memiliki obesitas atau diabetes, kamu bisa melakukan cek laboratorium melalui Halodoc untuk mengetahui kadar kolesterol. Ayo, download aplikasinya sekarang juga!

Ketika Gaya dan Riwayat Hidup Menjadi Faktor

Gaya hidup beberapa kondisi kesehatan dan riwayat keluarga dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi, maka itulah saatnya kamu menemui dokter. Kemungkinan dokter akan menyarankan untuk pemeriksaan lebih sering jika kamu memiliki faktor risiko seperti berikut:

  • Riwayat keluarga dengan penyakit jantung atau kolesterol darah tinggi. Seseorang lebih berisiko memiliki kolesterol tinggi jika orang lain di keluarga juga memilikinya. Ini mungkin karena faktor genetika, tetapi mungkin juga karena keluarga memiliki kebiasaan gaya hidup yang tidak sehat juga. Beberapa orang memiliki kondisi genetik yang disebut hiperkolesterolemia familial, yang dapat menyebabkan kadar lipoprotein densitas rendah (LDL) yang tinggi (kolesterol buruk) sejak usia muda.
  • Diabetes tipe 2 meningkatkan kolesterol “jahat” dan menurunkan kadar lipoprotein (HDL) atau kolesterol “baik”. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung atau stroke. 
  • Usia tua. Seiring bertambahnya usia, tubuh tidak dapat membersihkan kolesterol seperti dulu. 
  • Berjenis kelamin laki-laki. Pria cenderung memiliki LDL lebih tinggi dan kadar kolesterol HDL lebih rendah daripada wanita. Namun setelah wanita mengalami menopause, kadar kolesterol LDL pada wanita akan meningkat. 
  • Obesitas. Kelebihan berat badan, kebiasaan makan yang tidak sehat, dan kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan kolesterol tinggi. 
  • Sebelumnya memiliki kolesterol tinggi. Jika kamu memiliki riwayat kolesterol tinggi, kamu perlu mengawasi kolesterol lebih intensif. 

Baca juga: Ketahui 6 Penyebab Kolesterol Tinggi

Menjaga Kadar Kolesterol yang Sehat

Bicaralah pada dokter mengenai kadar kolesterol yang kamu alami. Risiko penyakit tergantung pada faktor-faktor lain juga, termasuk kolesterol tinggi. Untuk menjaga kolesterol, kamu perlu mengelolanya dengan melakukan hal berikut:

  • Pilih makanan sehat. Batasi makanan yang tinggi lemak jenuh atau trans, gula, dan natrium (garam). Pilih makanan tinggi sehat, seperti buah-buahan dan sayuran segar, serta lemak tak jenuh seperti alpukat dan kacang-kacangan. 
  • Aktif secara fisik. Kamu juga harus melakukan olahraga moderat setidaknya 30 menit sehari, seperti bersepeda atau jalan cepat setiap minggu. 
  • Jangan merokok. Merokok merusak pembuluh darah dan sangat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Jika kamu tidak merokok, sebaiknya jangan memulai. 

Baca juga: Punya Kolesterol Tinggi, Atasi dengan Cara Ini

Minumlah obat jika perlu. Diet sehat dan aktivitas fisik dapat membantu banyak orang mencapai kadar kolesterol sehat, tetapi beberapa orang mungkin memerlukan obat-obatan untuk menurunkan kolesterol. Selalu minum obat sesuai resep dokter, ya!

Referensi:
CDC. Diakses pada 2019. How and When to Have Your Cholesterol Checked