Apakah Makan Alpukat Bisa Bantu Menurunkan Berat Badan?

Apakah Makan Alpukat Bisa Bantu Menurunkan Berat Badan?

Jakarta, CNN Indonesia

Alpukat sering dijadikan sebagai menu makan saat seseorang sedang diet. Namun, apakah makan alpukat benar-benar bisa membantu menurunkan berat badan?

Jawabannya adalah, ya. Alpukat bisa menjadi kunci pendukung keberhasilan dalam menurunkan berat badan. Tentunya selain konsumsi makanan gizi seimbang, rutin berolahraga, dan istirahat yang cukup.

Pakar nutrisi Laura Burak mengatakan, buah ini adalah sumber lemak dan serat omega-3, dua kombinasi kuat yang menstabilkan kadar gula darah, memperlambat pencernaan, dan mencegah keinginan makan yang tidak sehat.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tentu saja, dengan mengonsumsi alpukat, Anda tidak akan lagi mencari camilan atau makanan ultra-processed tinggi gula di kemudian hari.

“Menambahkan alpukat ke dalam pola makan Anda setidaknya sekali atau dua kali sehari akan membuat Anda lebih kenyang dan kecil kemungkinannya untuk makan makanan ringan dan/atau makan malam berkalori tinggi dalam porsi besar yang biasanya menyebabkan penambahan berat badan,” kata Burak kepada Eat This Not That.

Penelitian mendukung betapa bermanfaatnya alpukat bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan dan menjadi bugar. Menurut analisis Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional pada 2001-2012, individu yang mengonsumsi alpukat memiliki berat badan lebih rendah dan lingkar pinggang lebih kecil dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi alpukat.

Selain itu, data dari uji klinis acak terhadap orang dewasa yang kelebihan berat badan mengungkapkan bahwa makan setengah buah alpukat saat makan siang dikaitkan dengan rasa kenyang yang lebih besar dan berkurangnya keinginan untuk makan lima jam setelah makan siang.

Nutrisi alpukat




Ilustrasi. Berikut ini nutrisi alpukat yang disebut bisa membantu menurunkan berat badan. (iStockphoto/MarsBars)

Mengutip Healthline, dalam 100 gram atau setengah buah alpukat terdapat beberapa vitamin, mineral, lemak sehat, dan serat. Dengan kata lain, setengah buah alpukat mengandung sekitar 160 kalori.

Selain itu, alpukat juga mengandung cukup banyak niasin, riboflavin, tembaga, magnesium, mangan, dan antioksidan. Alpukat juga rendah karbohidrat dan merupakan sumber serat yang baik. Setiap porsi hanya mengandung 9 gram karbohidrat, 7 di antaranya berasal dari serat.

Tidak seperti kebanyakan buah lainnya, alpukat relatif tinggi lemak yaitu sekitar 15 persen.

Manfaat makan alpukat

Selain bermanfaat menurunkan berat badan, Burak mengatakan alpukat adalah “pembangkit nutrisi” yang secara alami menambahkan antioksidan ke dalam makanan.

Alpukat juga dapat dinikmati dengan berbagai cara dan rasanya luar biasa lezat, yang merupakan bagian penting dalam menjaga konsistensi kebiasaan makan yang sehat.

“Singkatnya, menambahkan alpukat ke dalam makanan Anda membuat Anda bahagia secara mental dan fisik,” kata Burak.

Selain itu, menukil Healthify me, alpukat kaya akan sifat anti-inflamasi dan asam oleat, yang meningkatkan proses pencernaan dan mengurangi risiko obesitas.

Mengonsumsi alpukat membantu mengatur nafsu makan dan menurunkan risiko penyakit jantung, kolesterol, dan diabetes beserta manfaatnya.

Alpukat merupakan makanan tinggi lemak. Namun, sintesis asam oleat merupakan penyusun sebagian besar lemak.

Penelitian menunjukkan bahwa asam oleat merupakan asam lemak tak jenuh tunggal yang banyak ditemukan pada kacang-kacangan dan minyak zaitun.

Ini adalah komponen penting dari diet penurunan berat badan yang sehat. Selain itu, mengonsumsi alpukat mentah bertindak sebagai agen detoksifikasi alami dan membantu membersihkan tubuh.

Kandungan serat yang tinggi membantu Anda membuang racun dan melancarkan buang air besar secara teratur untuk menurunkan berat badan lebih baik.

(pua/pua)

[Gambas:Video CNN]