Kesehatan jantung ibu ternyata memainkan peran penting dalam menentukan apakah anak akan menghadapi keterlambatan perkembangan atau tidak.
Hal ini diungkapkan dalam sebuah penelitian terbaru oleh Hisashi Ohseto et al. yang dipublikasi di Jama Network Open (2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Studi tersebut menunjukkan adanya kaitan kuat antara kesehatan kardiovaskular ibu dan perkembangan otak serta perilaku anak pada masa mendatang.
Adapun kondisi kesehatan jantung ibu tidak hanya berdampak pada kehamilan, tetapi juga dapat memengaruhi lingkungan tumbuh kembang janin yang kemudian berpengaruh pada kemampuan anak bertahun-tahun setelah lahir.
Efek kesehatan kardiovaskular ibu terhadap perkembangan anak
Dalam penelitian itu, lebih dari 8.000 ibu dinilai berdasarkan kesehatan jantung mereka. Hal tersebut mencakup pola makan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, kualitas tidur, indeks massa tubuh, kadar lemak darah atau kolesterol, glukosa yang berkaitan dengan risiko diabetes, serta tekanan darah.
Para peserta kemudian dikelompokkan ke dalam kategori kesehatan kardiovaskular tinggi, sedang, dan rendah.
Hasilnya, hanya 8,8 persen anak dari ibu dengan kesehatan jantung tinggi mengalami keterlambatan perkembangan pada usia 4 tahun. Sementara itu, angka tersebut melonjak hampir dua kali lipat menjadi 16,8 persen pada anak dari ibu dengan kesehatan jantung rendah.
Menanggapi penelitian tersebut, Dokter Spesialis Kardiologi Evelina Grayver berbasis di AS, mengatakan apa yang terjadi selama kehamilan memang membawa dampak seumur hidup, baik bagi anak maupun ibu.
“Mereka yang memiliki kesehatan kardiovaskular rendah memiliki peningkatan risiko keterlambatan perkembangan sebesar 62 persen, yang menunjukkan bahwa kesehatan jantung ibu mungkin memainkan peran yang sangat penting dalam membentuk hasil perkembangan neurologis jangka panjang,” tutur Grayver, dilansir New York Post.
Kondisi ini terlihat pada berbagai aspek, termasuk kemampuan komunikasi, motorik kasar, motorik halus, pemecahan masalah, serta keterampilan personal-sosial. Dari seluruh aspek itu, keterampilan personal-sosial menjadi yang paling terdampak.
Menurut Grayver, kesehatan jantung ibu yang optimal membantu aliran darah ke plasenta, yang bertugas menyalurkan oksigen dan nutrisi kepada janin.
Ketika kesehatan jantung terganggu, risiko komplikasi kehamilan seperti preeklamsia, hipertensi gestasional, dan persalinan prematur pun meningkat.
“Mengoptimalkan kesehatan jantung perempuan sebelum dan selama kehamilan mungkin menjadi salah satu peluang paling awal untuk memengaruhi hasil kesehatan seumur hidup bagi ibu dan anak,” ujar Grayver.
Grayver juga menekankan, sekitar 80 persen penyakit jantung sebenarnya dapat dicegah, sedangkan 20 persen sisanya dipengaruhi faktor genetik.
Oleh karena itu, menjaga kesehatan sebelum hamil dinilai sangat penting, bukan hanya bagi ibu, tetapi juga bagi perkembangan anak.
Baca halaman selanjutnya…
Add
as a preferred
source on Google